Rekonstruksi Hukum Keluarga Islam Berperspektif Kesetaraan Gender Terhadap SEMA No. 1 Tahun 2022

Authors

  • Rina Septiani Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
  • Ahmadi Hasan UIN Antasari Banjarmasin
  • Us Us Surya Nopendi Latifah Mubarokiyah Islamic Institute (IAILM) Suryalaya Tasikmalaya
  • Lahmudinur Lahmudinur Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan
  • Hendra Gunawan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

DOI:

https://doi.org/10.54621/jiam.v12i2.1127

Keywords:

Hukum Keluarga Islam, Kesetaraan Gender, Epistemologi Hukum Islam, Aksiologi Hukum, SEMA No. 1 Tahun 2022, Maqashid Al-Syariah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi hukum keluarga Islam dalam perspektif kesetaraan gender dengan menelaah SEMA No. 1 Tahun 2022 tentang Cerai Gugat melalui pendekatan epistemologis dan aksiologis. Pendekatan ini digunakan untuk mengungkap dasar pengetahuan dan nilai-nilai keadilan yang melandasi konsep cerai gugat dalam hukum Islam serta menilai sejauh mana ketentuan dalam SEMA tersebut mencerminkan prinsip kesetaraan relasional antara laki-laki dan perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan interdisipliner, menggabungkan analisis hukum Islam, sosiologi keluarga, dan teori keadilan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SEMA No. 1 Tahun 2022 telah membuka ruang keadilan bagi perempuan, namun masih menyisakan problem epistemologis karena berpijak pada tafsir fiqh klasik yang cenderung patriarkal. Melalui rekonstruksi epistemologis berbasis maqashid al-syariah, khususnya hifz al-nafs, hifz al-‘ird, dan al-musawah, hukum keluarga Islam dapat diarahkan menjadi sistem hukum yang tidak hanya legal-formal tetapi juga berkeadilan substantif dan humanistik. Penelitian ini berkontribusi dalam pembaruan paradigma hukum keluarga Islam yang responsif terhadap dinamika sosial serta mendukung penguatan kebijakan hukum nasional yang sensitif terhadap kesetaraan gender.

References

Abdullah, J. (2018). Tata Cara Dan Pengelolaan Wakaf Uang Di Indonesia. ZISWAF : Jurnal Zakat Dan Wakaf, 4(1), 87. https://doi.org/10.21043/ziswaf.v4i1.3033

Abdullah, K. (2021). Cerai Gugat Akibat Suami Tidak Bertanggungjawab. Al-Fikrah, 7(1), 69–87.

Abubakar, M. (2020). Meningkatnya Cerai Gugat pada Mahkamah Syar’iyah. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 22(2), 302–322. https://doi.org/10.24815/kanun.v22i2.16103

Adan, H. Y., & Firdaus, M. (2018). Keputusan Mahkamah Rendah Syariah Kuantan Pahang Tentang Tunggakan Nafkah Pasca Perceraian Menurut Hukum Positif Malaysia Dan Hukum Islam. Media Syari’ah, 20(2), 222–240. https://doi.org/10.22373/jms.v20i2.6516

Anas, S. A. (2023). Efektivitas Upaya Hakim Sebagai Mediator Dalam Penyelesaian Mediasi Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Kota Probolinggo Kelas I B. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1), 347–352.

Anindito, M. A. P., & Safriani, A. (2021). Efektivitas Pelaksanaan Mediasi dalam Perkara Gugatan Cerai Pasca Berlaku PERMA No. 1 Tahun 2016 di Pengadilan Agama Makassar Kelas IA. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 2(3), 593–611. https://doi.org/10.24252/qadauna.v2i3.21422

Arifa, R. N. (2021). Efektifitas Mediasi dalam Penyelesaian Perkara Cerai Gugat di Mahkamah Syar’iyah Jantho (Vol. 15, Issue 2).

Arifin, J. (2017). Tingginya Angka Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Pekanbaru Dan Relevansinya Dengan Konsep Kesetaraan. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 16(2), 141. https://doi.org/10.24014/marwah.v16i2.4137

Asniah, Huriani, Y., & Zulaiha, E. (2023). Kesetaraan Gender Dalam Hukum Islam. Socio Politica, 4(1), 23–34.

Basid, A., & Miskiyah, R. (2022). Tafsir Kesetaraan Dalam Al-Qur’an: Telaah Zaitunah Subhan atas Term Nafs Wahidah. Egalita, 17(1), 18–34. https://doi.org/10.18860/egalita.v17i1.15651

Dias, H. P. (2025). Kesetaraan Gender Dalam Al-Qur’an: Studi Atas Hak Dan Kewajiban. Midaduna: Journal Islamic Studies, 2(1), 11–22.

Endah Marendah Ratnaningtyas, Ramli, Syafruddin Edi Saputra, Suliwati Desi, Bekty Taufiq Ari Nugroho, Karimuddin, Muhammad Habibullah Aminy, Nanda Saputra, Khaidir, & Jahja, A. S. (2023). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Faisal Yahya, W. M. A. (2018). Penerimaan Kesaksian Tanpa Sumpah Dalam Perkara Cerai Talak ( Analisis Putusan Hakim Tingkat Banding Nomor 45 / Pdt . G / 2017 / MS . Aceh ) Faisal Yahya Wani Maulida Alsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry. Media Syari’ah, 20(2), 242–260.

Fathurrohman, A., Rifai, A. F. Al, & Darma, A. A. (2024). Islam, Feminisme, Dan Gender: Pesrpektif Tafsir Maudhu’i. JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Dan Akuntansi, 3(1), 1293–2501306. https://melatijournal.com/index.php/JISMA

Fiteriana, H. (2023). Urgensi Penerapan Batas Usia Perkawinan di Indonesia Perspektif Sadd Adz-Dzari’ah dan Maqashid Syari’ah. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam, 4(1), 123–132. https://doi.org/10.15575/as.v2i2.14327

Fitriani, N. A. (2019). Tinjauan Hukum Islam dan Positif Terhadap Perlindungan Perempuan dalam Proses Perceraian: Studi Kasus Dr. Letty. Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam, 9(1), 57–81.

Hadi, S., Muid N, A., & Nurbaiti, N. (2023). Konsep Kesetaraan Gender Perspektif M. Quraish Shihab Dan Nasaruddin Umar. COMSERVA : Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(7), 2818–2835. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i07.1048

Hariyanto, M. F., & Fida, I. A. (2023). Pelaksanaan Mediasi dalam Kasus Gugat Cerai Pengadilan Agama Probolinggo Kelas I B Tahun 2022. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(2), 140–155. https://doi.org/10.46773/usrah.v4i2.823

Ika Septiara, A., & Embun Baining, M. (2023). Sistem Pengelolaan Wakaf Secara Produktif Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Journal of Student Research (JSR), 1(6), 295–311. https://doi.org/10.55606/jsr.v1i6.1810

Karimuddin, K., Abbas, S., Sarong, A. H., & Afrizal, A. (2021). Standardisasi Nafkah Istri: Studi Perbandingan Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i. Media Syari’ah: Wahana Kajian Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 23(1), 83–89.

Karimuddin. (2021). Problematika Gugatan Perceraian Dalam Masyarakat Islam (Dilengkapi Analisis Putusan Mahkamah Syar’iyah dengan Pendekatan Fiqh) (M. A. Kadir (ed.)). Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Muhammad Rudi Syahputra, Muksalmina, & Sari Yulis. (2024). The The Principles and Implemetation of Case Settlement Through Aceh Customary Courts Process. Justitia Jurnal Hukum, 8(2), 146–163. https://doi.org/10.30651/justitia.v8i2.23750

Mulyadi. (2024). Analisis Hak Perempuan dalam Talaq Menurut Hukum Keluarga Islam. Al-Mikraj, 4(2), 133–147. https://doi.org/10.37680/almikraj.v4i02.4537

Mustafa Kamal. (2022). Wakaf Uang dalam Tinjauan Fiqh Muqarran (K. A. Lawang (ed.); Cet. I). Rumah Cemerlang.

Noor, N. H. (2013). Kesetaraan dan keadilan gender perspektif Al-Qur’an. Jurnal Sipakalebbi’, 1(1), 113–164.

Nurhalima, N., & Adelia, A. (2025). Ekologi Berwawasan Gender Dalam Al-Qur’an: Analisis Tematik Berbasis Tafsir Al-Misbah Dan Al-Azhar. MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis, 5(2), 494–504. https://mushafjournal.com/index.php/mj/article/view/450%0Ahttps://mushafjournal.com/index.php/mj/article/download/450/239

Nurhasanah. (2017). Peran Mediator dalam Meminimalisir Cerai Gugat di Pengadilan Agama Kota Medan pada Tahun 2015-2016. Analytica Islamica, 6(1).

Nurvita, N. (2016). Peranan Mediator dalam Penyelesaian Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Pekanbaru. JOM Fakultas Hukum, 3(2).

Razzaq, A., & Hakim, L. (2012). Gender Dalam Tinjauan Tafsir Maudhu’i. Wardah: Jurnal Dakwah Dan Kemasyarakatan, 2(1), 1–19. https://doi.org/10.15548/jk.v2i1.34

Resky, M., Ramadhani, M. S. A., Pratama, Y. A., & Suharyat, Y. (2023). Analisis Kesetaraan Gender Dalam Al-Qur’an Analisis Kesetaraan Gender Dalam Al-Qur’an. Jurnal Ilmu Alquran Dan Tafsir, 6(2), 112–126. https://doi.org/10.1007/s11192-022-04545-w

Ritonga, A. R. (2016). Memahami Islam Secara Kaffah: Integrasi Ilmu Keagamaan Dengan Ilmu_Ilmu Umum. Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, 2(2), 118. https://doi.org/10.30983/islam_realitas.v2i2.183

Soraya Devy, M. S. (2018). Status Hukum Pernikahan Yang Dilaksanakan Oleh Wali Hakim Luar Negeri (Studi Kasus di Mahkamah Syariah Negeri Kelantan). Media Syari’ah, 20(1), 39–55.

Suhra, S. (2013). Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Implikasinya Terhadap Hukum Islam. Jurnal Al-Ulum, 13(2), 373–394.

Suhra, S. (2018). Kesetaraan Gender Dalam Prespektif Al-Quran Dan Implilasi Terhadap Hukum Islam. Jurnal Al-Ulum, 13(2), 373–394.

Syafe’i, Z. (2008). DIALEKTIKA HUKUM ISLAM DI INDONESIA. ALQALAM, 25(1), 65. https://doi.org/10.32678/alqalam.v25i1.1673

Tarantang, J., & Tarantang, J. (2018). Teori Dan Aplikasi Pemikiran Kontemporer Dalam Pembaharuan Hukum Keluarga Islam. Transformatif, 2(1), 315. https://doi.org/10.23971/tf.v2i1.882

Yamani, G., & Nur, M. D. M. (2024). Gender dan Implementasinya dalam Perspektif Al-Qur’an serta Implikasinya Terhadap Harmonisasi Kehidupan Sosial. Prosiding Kajian Islam Dan Integrasi Ilmu, 3(1), 27–32. https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/3166%0Ahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/download/3166/1545

Yanggo, H. T. (2013). Hukum Keluarga dalam Islam, Palu: YAMIBA. 5.

Yusron Razak, I. M. (2019). Otoritas Agama Ulama Perempuan: Relevansi Pemikiran Nyai Masriyah Amva terhadap Kesetaraan Gender dan Pluralisme, No. 2, Desember. PALASTREN, 12, 397–430.

Yusuf, M. (2025). Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Tematik atas Ayat-Ayat Kesetaraan Gender) Saniasa. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 21396–21407. https://www.un.org/en/global-issues/gender-equality

Published

2025-12-31

How to Cite

Septiani, R., Hasan, A. ., Nopendi, U. U. S. ., Lahmudinur, L., & Gunawan, H. . (2025). Rekonstruksi Hukum Keluarga Islam Berperspektif Kesetaraan Gender Terhadap SEMA No. 1 Tahun 2022. Jurnal Al-Mizan, 12(2), 389-405. https://doi.org/10.54621/jiam.v12i2.1127

Issue

Section

Artikel