Jurnal An-nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta https://ejournal.unisai.ac.id/index.php/jian <p><strong>Jurnal Al-Nasyr</strong> <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2355-0147">(Print ISSN: 2355-0147</a><em>, Online ISSN: 2655-5212)</em> merupakan jurnal Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Institut Agama Islam Al-Aziziyah. Jurnal Al-Nasyr menyediakan artikel ilmiah hasil penelitian empiris dan analisis-reflektif bagi para praktisi dan akademisi, yang diharapkan berkontribusi dalam mengembangkan teori dan mengenalkan konsep-konsep baru di bidang komunikasi penyiaran Islam dalam perspektif yang luas; Retorika dan Homiletika Islam, Jurnalistik Islam, Media Dakwah, Film Religi, dan Komunikasi Dakwah. </p> <p>Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bestari (reviewer) atau editor. Jurnal Al-Nasyr diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam al-Aziziyah Samalanga, Bireuen, Aceh, Indonesia. Al-Nasyr adalah jurnal ilmiah dan referensi yang menyediakan sumber informasi resmi bagi para sarjana, akademisi, dan profesional. Jurnal ini diterbitkan dalam bentuk cetak dan online yang dapat di unduh secara gratis, yang mana akan diterbitkan secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.</p> Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga en-US Jurnal An-nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta 2355-0147 Budaya Dan Etika Akademik: Antara Kesadaran Dan Tanggung Jawab Mahasiswa Riau https://ejournal.unisai.ac.id/index.php/jian/article/view/1061 <p>Analisis terhadap dinamika budaya dan etika akademik di kalangan mahasiswa Riau menunjukkan bahwa kesadaran etis tumbuh melalui pengalaman pribadi, nilai religius, serta pengaruh sosial dan budaya lokal kampus. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berlandaskan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau dan diperkuat dengan studi literatur sistematis. Hasilnya mengungkap bahwa pelanggaran etika akademik seperti plagiarisme umumnya terjadi bukan karena niat buruk, melainkan karena kurangnya literasi akademik dan minimnya pembinaan teknis. Kesimpulannya, penguatan etika akademik membutuhkan kolaborasi antara institusi, dosen, dan komunitas mahasiswa melalui pelatihan teknis, internalisasi nilai religius, serta pembentukan budaya akademik yang kolektif dan beradab.</p> Toni Hartono Fitrah Hamdi Anugrah ahmad mushabiqul khair Citra Amelia Lili Zahra Fania Copyright (c) 2025 Jurnal An-nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta 2026-04-13 2026-04-13 13 1 1 15 10.54621/jn.v13i1.1061 Pola Komunikasi Keluarga Dalam Mengatasi Kecanduan Game Online Pada Anak (Studi Kasus Di Gampong Peunaga Baro, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat) https://ejournal.unisai.ac.id/index.php/jian/article/view/1233 <p style="text-align: justify;">This study aims to analyze family communication patterns in addressing online game addiction among children in Gampong Peunaga Baro, Meureubo District, West Aceh Regency. This research employs a qualitative approach with a case study design to gain an in-depth understanding of the communication dynamics within families. The subjects of this study are families with children who engage in online gaming, with informants consisting of parents and village officials. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation.The findings indicate that family communication patterns tend to be simple, less intensive, and unstructured. Communication between parents and children is generally limited to daily activities, thus it has not functioned optimally as a means of regulating children’s behavior. In addition, most families do not have specific rules regarding the use of online games, and parental supervision tends to be weak and inconsistent. This condition allows children to use digital devices freely without clear limitations. Children’s behavior in playing online games shows a tendency to be difficult to control, even after receiving warnings from parents. Furthermore, children tend to be unaware of the negative impacts of their gaming activities. On the other hand, environmental factors, such as peer influence, also play a significant role in shaping children’s gaming habits. Nevertheless, children are still engaged in other activities such as studying, playing outdoors, and participating in religious practices. This study concludes that online game addiction among children is not only influenced by technological factors but also by weak family communication patterns. Therefore, strengthening family communication that is more open, intensive, and educative is essential to address this issue.</p> Muhammad Fadlan Juli Andriyani Reza Muttaqin Copyright (c) 2026 Jurnal An-nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta 2026-04-13 2026-04-13 13 1 16 27 10.54621/jn.v13i1.1233