Dinamika Relasi Gender dalam Fenomena Perceraian Pasca Kenaikan Status Ekonomi menurut Perspektif Keadilan dan Etika Hukum Islam
DOI:
https://doi.org/10.54621/jiam.v12i2.1129Keywords:
Relasi Gender, Perceraian, Status Ekonomi, Keadilan, Etika Hukum IslamAbstract
Penelitian ini menganalisis dinamika relasi gender dalam fenomena perceraian pasca kenaikan status ekonomi salah satu pasangan, terutama ketika istri atau suami mengalami peningkatan status sosial melalui kelulusan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Fenomena ini menunjukkan terjadinya pergeseran nilai dalam rumah tangga modern, dari orientasi kebersamaan dan tanggung jawab kolektif menuju orientasi individualistik dan materialistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan perspektif keadilan dan etika hukum Islam dengan teori relasi gender dalam sosiologi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan status ekonomi dapat menimbulkan ketimpangan peran dan kekuasaan dalam rumah tangga, yang pada akhirnya memicu konflik emosional dan spiritual. Dalam perspektif hukum Islam, keadilan (al-‘adl), kemaslahatan (maslahah), dan penghormatan terhadap martabat manusia (karāmah insāniyyah) merupakan landasan etis dalam menjaga harmoni keluarga. Oleh karena itu, perceraian yang terjadi karena perubahan status sosial perlu dilihat tidak hanya sebagai kegagalan relasi, tetapi juga sebagai cerminan lemahnya internalisasi nilai-nilai maqāṣid al-syarī‘ah dalam kehidupan rumah tangga modern.
References
Abdullah, K. (2021). Cerai Gugat Akibat Suami Tidak Bertanggungjawab. Al-Fikrah, 7(1), 69–87.
Alawiyah, T. (2002). Penggagas dan penggerak keadilan Gender. (Pusat Studi Betawi UIA. Jakarta). 15.
Alitha, R., Santoso, W. M., & Siscawati, D. M. (2025). Tinjauan Budaya Atas Pandangan Perempuan Generasi Z Tentang Perkawinan: Meniliki Fenomena “Marriage is Scary.” Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 8(2), 403–421.
Arifin, J. (2017). Tingginya Angka Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Pekanbaru Dan Relevansinya Dengan Konsep Kesetaraan. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 16(2), 141. https://doi.org/10.24014/marwah.v16i2.4137
Asniah, Huriani, Y., & Zulaiha, E. (2023). Kesetaraan Gender Dalam Hukum Islam. Socio Politica, 4(1), 23–34.
Basid, A., & Miskiyah, R. (2022). Tafsir Kesetaraan Dalam Al-Qur’an: Telaah Zaitunah Subhan atas Term Nafs Wahidah. Egalita, 17(1), 18–34. https://doi.org/10.18860/egalita.v17i1.15651
Dias, H. P. (2025). Kesetaraan Gender Dalam Al-Qur’an: Studi Atas Hak Dan Kewajiban. Midaduna: Journal Islamic Studies, 2(1), 11–22.
Fathurrohman, A., Rifai, A. F. Al, & Darma, A. A. (2024). Islam, Feminisme, Dan Gender: Pesrpektif Tafsir Maudhu’i. JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Dan Akuntansi, 3(1), 1293–2501306. https://melatijournal.com/index.php/JISMA
Fitri Pramitasari, N. L. G. (2017). Eksistensi Wanita Dalam Manawa Dharmasastra (Perspektif Teologi Gender). Jurnal Penelitian Agama Hindu, 1(1), 24. https://doi.org/10.25078/jpah.v1i1.127
Fitriani, N. A. (2019). Tinjauan Hukum Islam dan Positif Terhadap Perlindungan Perempuan dalam Proses Perceraian: Studi Kasus Dr. Letty. Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam, 9(1), 57–81.
Hadi, S., Muid N, A., & Nurbaiti, N. (2023). Konsep Kesetaraan Gender Perspektif M. Quraish Shihab Dan Nasaruddin Umar. COMSERVA : Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(7), 2818–2835. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i07.1048
Hanani, S. (2012). Mengatasi kekersan dalam rumah tangga melalui institusi adat minangkabau ( suatu upaya dalam mewujudkan kesejahteraan berbasis perspektif lokalitas dan religius ). Conference Proceeding AICIS, XII.
Januari, N. (2023). Menggali Akar Masalah: Analisis Kasus Perceraian di Indonesia. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 3(3), 120–130. https://doi.org/10.37481/jmh.v3i3.613
Junaedi, M. (2018). Fenomena Perceraian Dan Perubahan Sosial (Studi Kasus Di Kabupaten Wonosobo). Yin Yang, 13(1), 259–283.
Karimuddin, K., Abbas, S., Sarong, A. H., & Afrizal, A. (2021). Standardisasi Nafkah Istri: Studi Perbandingan Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i. Media Syari’ah: Wahana Kajian Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 23(1), 83–89.
Karimuddin. (2021). Problematika Gugatan Perceraian Dalam Masyarakat Islam (Dilengkapi Analisis Putusan Mahkamah Syar’iyah dengan Pendekatan Fiqh) (M. A. Kadir (ed.)). Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Kusuma, M., Hanif Al Aufa, M., & Ali Nashrulloh Usman, M. (2023). Pandangan Al-Qur’an Terhadap Feminisme Dan Gender: Kajian Tafsir Maudhu’I. Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Dan Akuntansi (JISMA), 2(3), 2986–2507.
Lawang, K. A., Fahmi, M., & Amruzi, A. L. (2023). Law Politics Of People’s Mining Based On Maqashid Syariah’s. Russian Law Journal, XI(3), 269–279.
Lawang, K. A., Ghaffar, U. K. M., Andriana, F., Mukhtar, S., Jafar, M., & Bahri, S. (2023). Marriage Processes Of Khalwat Perpetratorsin Customary Law In Aceh. Russian Law Journal, XI(3), 542–549.
Lawang, K. A., Rika Sasralina, Darwin Sagala, J Jalaluddin, & Titin Samsudin. (2023). Woman representative in Divorce: An analysis form Syafi’iyyah Fiqh. Athena: Journal of Social, Culture and Society, 1(2), 43–49. https://doi.org/10.58905/athena.v1i2.31
Meidyawati, M., & Qodir, A. (2023). Perempuan, Ekonomi, Dan Alasan Perceraian. Jurnal Hadratul Madaniyah, 10(1), 58–62. https://doi.org/10.33084/jhm.v10i1.5405
Mubarakh, A., Akhlasa, R., Athallah, W., & Faiz, A. (2025). Islam Gender dan Feminisme Dalam Al-Quran. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(1), 396–405. https://doi.org/10.5281/zenodo.15592645
Muhammad Romli. (2021). Dinamika Gender Dalam Pernikahan: Reduksi Maskulinitas Dan Keseimbangan Relasi Suami Istri. Jurnal Al Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam ||, 6(2), 206–216.
Negara, M. A. P. (2022). Keadilan Gender dan Hak-Hak Perempuan dalam Islam (Studi Analisis Pemikiran Asghar Ali Engineer). Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies, 2(2), 74–88.
Noor, N. H. (2013). Kesetaraan dan keadilan gender perspektif Al-Qur’an. Jurnal Sipakalebbi’, 1(1), 113–164.
Nurhalima, N., & Adelia, A. (2025). Ekologi Berwawasan Gender Dalam Al-Qur’an: Analisis Tematik Berbasis Tafsir Al-Misbah Dan Al-Azhar. MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis, 5(2), 494–504. https://mushafjournal.com/index.php/mj/article/view/450%0Ahttps://mushafjournal.com/index.php/mj/article/download/450/239
Nurhalisa, R. (2021). Tinjauan Literatur: Faktor Penyebab dan Upaya Pencegahan Sistematis terhadap Perceraian. Media Gizi Kesmas, 10(1), 157–164.
Raden, A. N. F. A., & Syafruddin, A. U. F. (2025). Relasi Kuasa dan Ketimpangan Gender dalam Pembagian Harta Gono-Gini: Kajian Sosio-Legal Atas Putusan Perceraian Di Indonesia. Risalah Hukum, 21(1), 51–61. https://e-journal.fh.unmul.ac.id/index.php/risalah/article/view/1817
Razzaq, A., & Hakim, L. (2012). Gender Dalam Tinjauan Tafsir Maudhu’i. Wardah: Jurnal Dakwah Dan Kemasyarakatan, 2(1), 1–19. https://doi.org/10.15548/jk.v2i1.34
Resky, M., Ramadhani, M. S. A., Pratama, Y. A., & Suharyat, Y. (2023). Analisis Kesetaraan Gender Dalam Al-Qur’an Analisis Kesetaraan Gender Dalam Al-Qur’an. Jurnal Ilmu Alquran Dan Tafsir, 6(2), 112–126. https://doi.org/10.1007/s11192-022-04545-w
Sa’adah, M. (2018). Gender dan Perceraian: Kasus Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Bekasi. Muwazah-Jurnal Kajian Gender, 10(1), 47–57.
Safrizal, K. (2020). Penetapan Jatuh Talak dalam Perspektif Hukum Positif dan Fiqh Syafi’iyah. Al-Fikrah, 1(2), 267–288. https://ejournal.iaialaziziyah.ac.id/index.php/jiaf/article/view/40
Sholikhah, Z. (2025). Rekonstruksi Gender Dalam Islam : Studi Kritis Atas Tafsir Tradisional Perspektif Feminisme. IJOUGS: Indonesian Journal Of Gender Studies, 6(1), 48–67.
Suhra, S. (2013). Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Implikasinya Terhadap Hukum Islam. Jurnal Al-Ulum, 13(2), 373–394.
Suhra, S. (2018). Kesetaraan Gender Dalam Prespektif Al-Quran Dan Implilasi Terhadap Hukum Islam. Jurnal Al-Ulum, 13(2), 373–394.
Syahid, M. R., & Ayubi, S. Al. (2025). Persektif Qur’ani Tentang Kemanusiaan Dan Keseteraan Gender “Studi Teks terhadap Nilai-Nilai Hak Asasi.” MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis, 5(2), 393–409.
Syarif, M. (2023). Dampak Perceraian Terhadap Psikologis, Emosional Dan Mental Anak Dalam Perspektif Hukum Islam. SYARIAH: Journal of Islamic Law, 4(2), 38–65. https://doi.org/10.22373/sy.v4i2.580
Wiranto, Faisar Ananda Arfa, & Ibnu Radwan Siddiq Turnip. (2025). Perceraian Dan Hak Hak Pasca Perceraian Dalam Hukum Keluarga Islam. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(6), 494–508. https://doi.org/10.71282/jurmie.v2i6.507
Yamani, G., & Nur, M. D. M. (2024). Gender dan Implementasinya dalam Perspektif Al-Qur’an serta Implikasinya Terhadap Harmonisasi Kehidupan Sosial. Prosiding Kajian Islam Dan Integrasi Ilmu, 3(1), 27–32. https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/view/3166%0Ahttps://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/kiiies50/article/download/3166/1545
Yanggo, H. T. (2018). Kedudukan Perempuan Di Dalam Dan Problem Ketidakadilan Gender, Nida’ Al-Qur’an, 03, no. 01.
Yasir, M., Nur, S., Septiani, R., Rahayu, S. S., Ratna, R., & Karimuddin, A. L. (2025). The Legal Protection for Wives in Murder Cases : An Islamic Law and Positive Law Perspective. Pena Justisia, 24(1), 122–139.
Yusron Razak, I. M. (2019). Otoritas Agama Ulama Perempuan: Relevansi Pemikiran Nyai Masriyah Amva terhadap Kesetaraan Gender dan Pluralisme, No. 2, Desember. PALASTREN, 12, 397–430.
Yusuf, M. (2025). Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Tematik atas Ayat-Ayat Kesetaraan Gender) Saniasa. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 21396–21407. https://www.un.org/en/global-issues/gender-equality
Zakirun Pohan. (2021). Eksistensi Mazhab Fiqih Pada Zaman Kontemporer Sekarang. Al-Ilmu, 6(1), 15–34.

